Archive for the 'masa sich-an' Category

03
Aug

TV Ritualism vs TV Rating

televisionTelevisi bagai anak pertama dalam keluarga, serba menjadi pusat perhatian. (Garin Nugroho)

Pernahkah anda menyalakan tv tapi tidak sepenuhnya menaruh perhatian pada kotak ajaib tersebut? Kalau iya, berarti anda telah melakukan suatu ritual bersama tv, yang menurut Effendi Gazali (Kompas, 29/09/06) disebut sebagai tv ritualism.

Tv dinyalakan hanya karena ritual untuk menjadikannya sebagai “teman”, teman ketika kita berkumpul bersama anggota keluarga, atau teman ketika seorang mahasiswa sibuk mengetik tugas kuliah, tv sebagai pembunuh sepi. Tv yang berada pada posisi “on” disambi untuk melakukan aktivitas lain, sehingga beberapa aktivitas itu berjalan tumpang tindih.

Aktivitas menonton tv telah bergeser menjadi hanya mendengarkan tv. Apa yang selama ini menjadi kelebihan dari radio telah diserobot oleh tv. Radio yang hanya menyajikan suara adalah media yang ideal ketika kita melakukan aktivitas lainnya: seorang pembantu yang sedang mensetrika pakaian biasanya akan tambah bersemangat ketika mendengar tembang kesayangannya diputar di radio, tentu tanpa harus meninggalkan aktivitas mensetrika tadi.

Atau ketika seseorang menyetir mobil, radio bisa menjadi teman selama berkendara. Namun perlahan, tv juga menjadi media yang hanya didengarkan, sesaat kita menghentikan aktivitas inti lalu sesekali melongok tv ketika ada acara atau berita yang menarik, setelahnya kita kembali hanya mendengarkan tv.

Mendengarkan tv menjadi pilihan baru ketika kita tak rela untuk mematikan tv, karena sejatinya menonton tv tidak bisa “diganggu” atau dibarengi aktivitas lain. Meskipun sekarang banyak yang pasang tv mungil di dalam mobil, apa iya sampeyan bakal nyetir nyambi nonton tv?

Tv ritualism sebenarnya adalah satu hal yang (mungkin) luput dari sorotan perusahaan penyaji rating semacam Nielsen Media Research. Sehingga hasil rating yang disajikan kepada stasiun tv dan pengiklan tersebut tak lebih dari sekedar ragged data dengan tingkat representasi yang tidak lagi akurat.

Riset khalayak televisi atau television audience measurement dari waktu ke waktu terus mengalami perkembangan. Dari cara sederhana seperti wawancara harian yang dilakukan oleh periset, lalu berkembang dengan metode buku harian (diary chip) yang bisa mensurvei perilaku sampel setiap minggunya, hingga metode canggih yang dikenal dengan peoplemeter.

Peoplemeter dikatakan canggih karena bisa mengukur secara real time. Alat ini tersambung dengan televisi di rumah responden dan sistem pencatatannya terhubung ke pusat penerimaan dan pengolahan data di perusahaan rating.

Pada alat ini terdapat beberapa tombol, masing-masing audience mendapat “jatah” satu tombol, seperti tombol untuk ayah, ibu, anak, bahkan pembantu. Setiap kali menonton, responden harus menekan tombol (check in) dan setelah menonton juga harus menekan tombol lagi (check out).

Meskipun canggih, bukan berarti alat ini tanpa kelemahan sama sekali. Aktivitas pencet-pencet tombol peoplemeter bisa menjadikan responden menjadi fatigue. Belum lagi kalau misalnya responden melakukan check in lalu harus menerima telpon untuk waktu yang lumayan lama tanpa melakukan check out.

Atau ketika responden melakukan check in lalu dia tertidur di depan tv, sementara peoplemeter terus berjalan. Kelemahan lain, saat dalam satu keluarga hanya ada satu pesawat televisi, sementara yang “menguasai” televisi hanya satu orang saja, misalnya si ibu berkuasa karena dia yang pegang remote control dan peoplemeter sehingga leluasa menonton sinetron Intan, padahal si bapak sebenarnya kepengen nonton Liputan 6, sedangkan si anak pengen nonton Spongebob. Si bapak dan anak terpaksa ikut-ikutan nonton Intan, dan tak punya kuasa untuk memilih program acara maupun memencet peoplemeter.

Dalam hal ini, aktivitas menerima telepon, tertidur di depan tv, maupun si bapak dan anak yang pasrah tadi bisa dikategorikan dalam tv ritualism. Kalau sudah begitu, rating yang selama ini “disembah” oleh stasiun tv dan pengiklan tak selamanya bisa menjabarkan realita dari keseluruhan pemirsa tv. Apalagi tv ritualism dan bias-bias lainnya selama pengukuran seolah terabaikan begitu saja.

Liverpool Jumpa Chelsea

11
Jul

yang tidak boleh

ada aturan yang tidak boleh dilanggar:

  • tidak boleh warna merah
  • tidak boleh dianter hari sabtu, sebaiknya senin aja
  • jangan transaksi hari kamis, sebaiknya hari jumat aja

susah bener yach mo beli motor :p

22
Jun

Pemberitahuan Penghapusan Foto

setelah g upload foto body part g di fotografer.net, besok-nya g dapet email dari bung valens (admin fotografer.net) …

From: info@fotografer.net
Subject: Pemberitahuan Penghapusan Foto
Date: June 22, 2007 9:39:18 AM GMT+07:00
To: xxx@xxx.com

Yth. Bung xxx

Sehubungan dengan foto yang Anda upload ke FN, dengan judul : body part #01, dengan ini kami beritahukan bahwa foto tersebut melanggar aturan batasan foto yang boleh diupload ke FN.
Aturan selengkapnya bisa dibaca pada :
http://www.fotografer.net/isi/muka/?topik=terbatas
Lihat butir : II / 4 / b / i

Foto tersebut telah kami hapus dan Anda dikenakan penalti -10.

Mohon maklum.

Best regards,

Valens Riyadi (info@fotografer.net)
===================================
Fotografer.Net
Administrator

ternyata setelah g baca butir : II / 4 / b / i di peraturan fotografer.net, ada aturan:

Foto yang memperlihatkan secara langsung alat kelamin baik pria maupun wanita, berlaku baik untuk orang dewasa dan anak-anak.

aduh … sorry, g kgk tau … g pikir kalo yg nude cukup g masukin KT (kategori terbatas) doank … maap … maap …

13
Jun

leopard, oktober 2007

promo leopard

ugh … ugh … ugh …
akhirnya yang ditunggu2 sebentar lagi akan tiba …

Leopard … Mac OSX 10.5 …

promo leopard featuresFeatures:

  • Desktop: The new look of Leopard showcases your favorite desktop image and puts new file Stacks at your fingertips for a stunning, clutter-free workspace.
  • Finder: Browse your files like you browse your music with Cover Flow.
  • Quick Look: Browse, play, view, and page through your files. Without opening them.
  • Time Machine: See how your system looked on any given day and restore files with a click.
  • Spaces: Create up to 16 workspaces to stay clutter-free and organized.
  • Mail: Email personalized stationery, take notes, and write to-dos that sync to iCal.
  • iChat: Video chat with effects and backdrops, present remotely, and get more from text.
  • iCal: Edit events inline and schedule group events with iCal Server.
  • Dashboard: Sync all of your widgets to all of your Macs.
  • Safari: Browse faster with even more features. Download the beta today.
  • Parental Controls: Give your kids a safer, happier Mac experience.
  • Boot Camp: Run Windows on your Mac — faster and easier.
  • Photo Booth: nap and share fun photos, complete with special effects.
  • Front Row: Remote control TV shows, photos, and movies on your Mac.
  • DVD Player: Play, control, bookmark, and even edit your favorite DVDs.
  • Accessibility: Discover a new voice and more user-friendly features.
  • Automator: Automate lots of common tasks without writing complex scripts.

promo leopard technologyTechnology:

  • 64-Bit: Leopard delivers 64-bit power and precision in a single OS.
  • Multicore: Leopard takes full advantage of the latest multicore processors.
  • Security: The proven foundation of Leopard keeps your Mac safe.
  • Core Animation: Create stunning graphics and animations with this built-in API.
  • UNIX: ntroducing the fully UNIX-compliant Mac OS X Leopard.