liat di suara pembaca detik.com, ada pembaca yang complaint mengenai tayangan sinetron di SCTV …
ada yang komplent kalo SCTV isinya sinetron mulu …
ada yang komplent kalo sinetron-nya tdk mendidik …
jadi harusnya bagaimana ???
kalo banyak yg complaint, berarti banyak yg nonton … bagus … bagus …
SCTV Terlalu Banyak Sinetron, Rabu, 30/05/2007 17:13
SCTV merupakan salah satu stasiun televisi favorite saya. Terutama liputan 6. Akan tetapi, beberapa waktu belakangan ini tayangan SCTV banyak didominasi sinetron. Bahkan, sinetron kadangkala kurang mendidik.
Bila diperhatian mulai jam 19.00 sampai 23.00 WIB hari Senin hingga Minggu banyak didominasi oleh sinetron. Mengapa kreativitas dan inovasi tayangan SCTV sangat lambat dibanding stasiun televisi lainnya. Apakah saat ini SCTV sudah memposisikan diri sebagai televisi sinetron.
Joko Widianto
Cempaka Putih Utara
zoko_widianto@yahoo.com
Sinetron Cinderela di SCTV, Rabu, 30/05/2007 13:57
Sebelum Rasya jatuh ke jurang saya adalah salah satu penonton setia sinetron Cinderela yang ditayangkan stasiun televisi SCTV. Meskipun banyak kejanggalan yang ada dalam ceritanya saya mencoba untuk mengikuti terus alur sinetron tersebut.
Namun, lama-kelamaan alur cerita sinetron yang pemeran utamanya Cinta Laura ini ‘tambah mbulet. Mirip dengan sinetron berjudul Tersanjung yang pernah ditayangkan di Indosiar beberapa tahun yang lalu. Apa hanya karena sekarang banyak iklannya sehingga cerita sinetron ini diperpanjang.
Muhammad Ali
Jl KH Mukmin 75 Sidoarjo
pesan4ali@plasa.com
Sinetron Perusak Generasi di SCTV, Senin, 28/05/2007 16:53
Jumat malam sekitar jam 20:30 WIB secara tidak sengaja saya menonton SCTV. Padahal sebelumnya saya sangat jarang menonton stasiun televisi ini. Kebetulan sedang diputar sinetron anak yang berjudul Heart, Berebut Pacar.
Menurut saya tayangan-tayangan sinetron seperti ini sangat tidak mendidik dan sangat merusak mental anak-anak Indonesia. Secara tidak langsung televisi telah menanamkan budaya maksiat dan budaya pacaran yang seharusnya tidak dilakukan oleh anak-anak usia sekolah dasar.
Bagaimana ini SCTV. Apakah yang dipentingkan hanya rating semata. Tidak ada lagikah jiwa cinta bangsa dan tanah air di kalangan media televisi nasional. Daripada tema tidak bermutu seperti itu lebih baik menayangkan sinetron-sinetron yang bertemakan antikorupsi.
Arif Rahman Ongky
Jl. Perwira 6A Cilandak Jakarta
ar_ongky@yahoo.com
Sedih Dengan Heart Series SCTV, Selasa, 24/04/2007 10:14
Saya hanya ingin menanggapi tayangan Heart Series di SCTV yang pemeran utamanya adalah anak-anak dan ditayangkan setipa Minggu malam di SCTV. Menurut saya dan mungkin banyak orang tua, tayangan tersebut merupakan “hidangan” yang kurang pas untuk dinikmati oleh penonton terutama anak-anak.
Dalam tayangan tersebut anak-anak bersosialisasi dengan teman sebayanya dalam bentuk yang kurang wajar. Di usia yang sangat dini mereka sudah mengumbar rasa “cinta” sebagai sepasang kekasih bukan sebagai seorang anak yang saling menghargai atau mencintai teman satu dan lainnya.
Bahkan inti ceritanya salah satu anak cowok diharuskan untuk memilih siapa cewek yang cocok menjadi “pacarnya”. Jelas bagi orang tua yang jeli akan merasa khawatir anak mereka dewasa sebelum waktunya dengan menonton tayangan tersebut. Apalagi tidak adanya muatan pendidikan yang bisa contoh.
Bukan tidak mungkin mereka mengikuti aktifitas “berpacaran” di usia yang mereka yang sangat belia. Terlebih kita tahu anak kecil mudah sekali melakukan proses imitasi. Jadi sangat sangat riskan bagi mereka menonton tayangan “aneh” tersebut.
Menurut saya tayangan tersebut hendaknya diganti atau setidaknya mengubah jalan ceritanya menjadi lebih sehat yang sesuai dengan dunia anak-anak. Saya heran kenapa tidak banyak orang tua yang memprotes tayangan tersebut atau pemerintah melalui pihak yang berkepentingan menyensor setiap tayangan televisi.
Apakah kita harus wait and see sampai adanya korban dari tayangan tersebut seperti pada acara “tinju bebas Lativi”. Walaupun tayangan ini bukan pornoaksi dan kroni-kroninya tapi menurut saya sangat tidak layak disuguhkan, karena memaksa anak berada dalam dunia yang bukan tempat mereka seharusnya.
Otomatis ini akan mempengaruhi tumbuh kembang mereka kelak dan ini bukan merupakan stimulasi yang baik bagi mereka bahkan sebaliknya stimulasi yang membuat mereka “terjebak jauh” ke lingkungan yang tidak baik.
Untuk itu saya mohon kiranya pihak terkait untuk bijaksana memberikan sesuatu yang lebih berarti buat generasi muda kita, tidak sekedar tayangan “cinta-cintaan”.
Fila Retnani
Konsultasi Tumbuh Kembang Anak
Jl Merdeka VI/9 Denpasar-Bali
Telp : 081805686537
Email: vila_p6@yahoo.com
source: suara pembaca detik.com

2 Responses to “SCTV di Suara Pembaca Detik.com”
Leave a Reply