perkara yang satu ini memang suka jadi pangkal “keributan”.
apalagi kalau bunyi khasnya itu terpaksa meletup tanpa kompromi di tengah kerumunan dalam lift, angkot, atau suasana hening sebuah meeting. bisa kacau suasana.
apa dan bagaimana duduk perkara si biang kerok bernama kentut yang tak pernah wangi aromanya itu?
bahasa kerennya sih flatus (latin), yang juga bisa berarti angin sepoi-sepoi. atau flatulence (inggris), gas dalam perut. kandungan “kentucky” - ini bahasa gaulnya - tak lain campuran aneka gas. ada nitrogen, karbon dioksida, oksigen, metan, dan hidrogen sulfida yang beriringan di perut, sebelum berhasil lolos lewat “kutub selatan” menuju udara bebas.
bertiupnya “angin semilir” itu terjadi bila kita kelewat banyak menelan udara atau mengonsumsi makanan yang sulit dicerna, sehingga gas terjebak di rongga perut. satu-satunya pintu keluar gratis ya, cuma lewat sono. biang kerok aroma bak tumpukan sampah yang membusuk itu jelas gas hidrogen sulfida. maklum, di situ terkandung belerang, sehingga angin “kentucky’ itu jadi setengah mati “sedapnya”.
makin banyak kandungan belerang yang masuk perut (lewat makanan), kian besar kemungkinannya beraroma aduhai sampai hidung tetangga kelimpungan. makanan seperti kacang-kacangan, kubis, keju, soda, dan telur divonis punya andil besar dalam perkara ini.
bertiup 16 kali sehari, itu normalnya. kalau lebih, wah, bisa menjadi saingan gajah. kita tahu, binatang bongsor ini terkenal sebagai satwa paling boros buang angin. mirip orang habis minum jamu antiangin, wes-hewes-hewes, bablas angine.
untunglah, masa paling produktif terjadi saat orang sedang terlelap. aman, baunya tak mengganggu tetangga sebangsa dan setanah air yang juga lagi tidur.
jelas, semua orang punya potensi, dan cewek punya frekuensi sama banyaknya dengan cowok, dalam hal melepas “bom angin”. kalau pada cewek jarang menimbulkan keresahan sosial, itu lantaran mereka sering lebih sopan. bagaimana enggak, jika merasa ingin, mereka buru-buru cari tempat aman. mungkin takut diledek, “cantik-cantik kok doyan kentut?”
berhati-hatilah. jika gas buang yang berembus dari “knalpot” anda terlalu kental kadar gas metan dan hidrogennya, dampaknya bisa mengerikan. kedua gas itu bisa terbakar jika tersulut api.
sumber: kompas.com

Latest Comments
windy, windy, windy, B45Y, B45Y [...]
arul, arul
barkaw, tiffany, Rey, chuby, lhybherni [...]
dgannnnnzzzzzzzzzz, turuk wangi...., komtil, paijo, paijo [...]
Dina, gaga, Lita, briezha, frozi [...]